8 Pintu Kebaikan yang Sederhana dan tak Rumit

8 Pintu Kebaikan yang Sederhana dan tak Rumit, Allah selalu membuka pintu kebaikan dengan lebar. Kebaikan dapat datang dari banyak pintu yang dalam Islam setidaknya ada 8 pintu kebaikan yang dapat dimaksimalkan sebagai umat muslim. 8 pintu yang dimaksud telah dijelaskan di dalam ayat Alquran dan hadis Rasulullah SAW.

8. Pintu Kebaikan yang Sederhana

1. Bersikap Ramah Terhadap Orang Lain

Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat bersabda: 

الْمُؤْمِنُ يَأْلَفُ وَيُؤْلَفُ، وَلَا خَيْرَ فِيمَنْ لَا يَأْلَفُ، وَلَا يُؤْلَفُ، وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ 

“Orang Mukmin adalah orang yang ramah, dan diperlakukan dengan ramah, tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak berbuat ramah, dan tidak pula pada seseorang yang tidak dperlakukan dengan ramah, dan sebaik- baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain.” (HR At Thabrani).

2.  Menjaga Kualitas Kepribadian

Rasulullah sendiri bersabda mengenai hal ini dalam hadits berikut: 

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَيُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُه

Dari Abu Bakrah bahwa seorang lelaki bertanya: Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik? beliau menjawab: “Orang yang panjang umurnya, dan baik amalnya.” Dia bertanya lagi: “Lalu siapakah orang yang paling buruk?” beliau menjawab: “Orang yang panjang umurnya, namun buruk amalnya.” (HR Tirmidzi, Ahmad)

3.  Bersyukur

“Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, maka Aku pasti tambah (kenikmatan) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

4. Baik Dalam Bertransaksi

. Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat bersabda:  

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَسْلَفَ مِنْ رَجُلٍ بَكْرًا وَقَالَ إِذَا جَاءَتْ إِبِلُ الصَّدَقَةِ قَضَيْنَاكَ فَلَمَّا قَدِمَتْ قَالَ يَا أَبَا رَافِعٍ اقْضِ هَذَا الرَّجُلَ بَكْرَهُ فَلَمْ أَجِدْ إِلَّا رَبَاعِيًا فَصَاعِدًا فَأَخْبَرْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَعْطِهِ فَإِنَّ خَيْرَ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ قَضَاءً

“Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Ammar berkata, telah menceritakan kepada kami Muslim bin Khalid berkata, telah menceritakan kepada kami Zaid bin Aslam dari ‘Atha bin Yasar dari Abu Rafi’ berkata, “Rasulullah SAW meminjam seekor unta muda dari seorang laki-laki. Beliau bersabda: “Jika unta zakat telah tiba maka akan kami ganti.” Ketika unta zakat itu telah tiba, beliau bersabda: “Wahai Abu Rafi’, bayarkanlah unta tersebut kepada laki-laki ini.” Namun aku tidak mendapatkan kecuali unta yang umurnya diatas tujuh tahun lebih, lalu hal itu aku kabarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda: “Berikanlah. Sesungguhnya sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam memberikan pembayaran.

5.  Tidak Menyakiti Perasaan Orang Lain

Dalam surat Fussilat ayat 33 disebutkan tentang pentingnya menjaga perasaan orang lain.

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ 

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang Muslim (yang berserah diri)?” 

6.  Berkata-Kata Yang Baik Dan Sopan

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari Muslim)

7. Berhati Lembut Dalam Memperlakukan Orang Lain

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali-Imran ayat 159 yang artinya:

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu….”

8. Bersedekah

Manfaat sedekah dalam Islam dikatakan dapat membersihkan harta sehingga mendatangkan berkah. Sebagaimana yang dicatatkan dalam firman Allah SWT, “Ambillah (sebagian) dari harta menjadi sedekah (zakat), supaya dengannya engkau membersihkan harta itu (dari dosa) dan mensucikan mereka (dari akhlak yang buruk).” (QS at-Taubah [9]: 103).

Leave a Comment