Ini Keutamaan Melaksanakan  Puasa Syawal

Ini Keutamaan Melaksanakan  Puasa Syawal. Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutinya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.” (HR Muslim (no. 1164).)

Hadits diatas menyatakan keutamaan puasa sunnah enam hari pada bulan syawal ,  yang termasuk karunia agung dari allah Kepada hamba-hamba – nya dengan memberikan kemudahan  dalam mendapatkan pahala puasa setahun penuh  tanpa adanya kesulitan yang berarti (Lihat kitab Ahaditsush Shiyam, Ahkamun wa Aadaab (hal. 157).)

Kita bisa mengambil hikmah dari hadits  ini:

Pahala perbuatan baik akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali, karena puasa Ramadhan ditambah puasa enam hari dibulan Syawal menjadi tiga puluh enam hari, pahalanya dilipatgandakan sepuluh kali menjadi tiga ratus enam puluh hari, yaitu sama dengan satu tahun penuh (tahun Hijriyah) (Lihat kitab Bahjatun Nazhirin (2/385).)

Keutamaan ini adalah bagi orang yang telah menyempurnakan puasa Ramadhan sebulan penuh dan telah mengqadha/membayar (hutang puasa Ramadhan) jika ada, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Barangsiapa yang (telah) berpuasa (di bulan) Ramadhan…”, maka bagi yang mempunyai hutang puasa Ramadhan diharuskan menunaikan/membayar hutang puasanya dulu, kemudian baru berpuasa Syawal (Pendapat ini dikuatkan oleh syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam asy Syarhul Mumti’ (3/100), juga syaikh Sulaiman ar-Ruhaili dan para ulama lainnya.)

Meskipun demikian, barangsiapa yang berpuasa Syawal sebelum membayar hutang puasa Ramadhan, maka puasanya sah, tinggal kewajibannya membayar hutang puasa Ramadhan (Lihat keterangan syaikh Abdullah al-Fauzan dalam kitab “Ahaditsush shiyaam” (hal. 159).)

Lebih utama jika puasa enam hari ini dilakukan berturut-turut, karena termasuk bersegera dalam kebaikan, meskipun dibolehkan tidak berturut-turut. ( Lihat kitab asy Syarhul Mumti’ (3/100) dan Ahaditsush Shiyam (hal. 158).)

Lebih utama jika puasa ini dilakukan segera setelah hari raya Idul Fitri, karena termasuk bersegera dalam kebaikan, menunjukkan kecintaan kepada ibadah puasa serta tidak bosan mengerjakannya, dan supaya nantinya tidak timbul halangan untuk mengerjakannya jika ditunda  (Lihat kitab Ahaadiitsush Shiyaam, Ahkamun wa Aadaab (hal. 158).)

Melakukan puasa Syawal menunjukkan kecintaan seorang muslim kepada ibadah puasa dan bahwa ibadah ini tidak memberatkan dan membosankan, dan ini merupakan pertanda kesempurnaan imannya (Ibid (hal. 157).)

Ibadah-ibadah sunnah merupakan penyempurna kekurangan ibadah-ibadah yang wajib, sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits yang shahih (Ibid (hal. 158).)

Tanda diterimanya suatu amal ibadah oleh Allah, adalah dengan giat melakukan amal ibadah lain setelahnya (Ibid (hal. 157)

TIDAK HARUS BERURUTAN

Dalam melaksanakan puasa sunnah syawal tidak diharuskan berurutan 6 hari berturut turut setelah hari raya idul fitri. Kalian bisa melakukannya selama masih bulan syawal, maka itu diperbolehkan.

Ash-Shan’ani berkata: “Ketahuilah bahwa pahala puasa ini bisa didapatkan bagi orang yang berpuasa secara terpisah atau berturut-turut, dan bagi yang berpuasa langsung setelah hari raya atau di tengah-tengah bulan”.

Pendapat inilah yang benar. Maka ,menjalankan ibadah puasa sunnah bulan syawal secara berturut-turut atau tidak , mau dilakukan diawal,ditengah maupun diakhir bulan syawal .Tetapi , yang paling utama adalah dipercepat atau disegerakan  setelah hari raya.

Kita bisa mengetahui kesalahan dalam meyakini sebagian masyarakat yang telah mengatakan kalau puasa sunnah syawal diwajibkan pada hari kedua setelah hari raya , kalau tidak  maka dia-dia puasanya!

Leave a Comment