3 Tradisi Unik Perayaan Idul Qurban di Indonesia

3 Tradisi Unik Perayaan Idul Qurban di Indonesia

Memasuki tanggal 10 bulan Dzulhijjah pada penanggalan Hijriah, umat muslim akan merayakan perayaan idul adha yang dimana ditandai dengan shalat ied dan perayaan Qurban.

Salat ied biasanya akan ditandai dengan perayaan salah berjamaah dan selepas salat umatMuslim akan melaksanakan perayaan Quran yang ditandai dnegan penyembelihan hewan ternak. Di indonesia ada 2 hewan ternak yang kerap kali dijadikan sebagai hewan Qurban yaitu kambing dan sapi.

Untuk memeriahkan perayaan Idul adha, beberapa daerah memperingati perayaan Qurban dengan beberapa tradisi. Berikut ini ada beberapa tradisi yang kerap kali dirayakan saat setiap perayaan ibadah Qurban di jawa timur, Yogyakarta dan Cirebon.

  1. Tradisi Manten Sapi di Pasuruan

Di pasuruan jawa timur, perayaan idul adha ditandai dengan tradisi Manten Sapi. Tradisi itu biasanya digelar pada H-1 Idul Adha. Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendandani sapi yang hendak dikurbankan seperti layaknya pengantin. Masyarakat biasanya akan memandikan sapi dan menghiasnya dengan kembang tujuh rupa dan juga kain putih.

Sapi yang telah di-“dandan”-i ini kemudian akan diarak sebelum akhirnya dikurbankan. Makna dibalik tradisi Idul Adha ini sendiri adalah untuk menghormati hewan-hewan kurban sebelum dikurbankan.

  1. Grebeg Gunungan di Keraton Yogyakarta

Selain manten sapi, tradisi lain datang dari daerah Keraton Yogyakarta. Tradisi yang kerap kali diadakan di keraton Yogyakarta ini disebut Grebeg Gunungan. Pada perayaan tradisi ini tiga buah gunungan yang terbuat dari beragam hasil bumi akan diarak dari halaman Keraton hingga berakhir di Masjid Gedhe Kauman. Pada akhir tradisi perayaan Idul Adha, masyarakat akan memperebutkan beragam hasil bumi di gunungan ini.

Perayaan ini tidak hanya dirayakan saat perayaan idul adha saja, sebab Grebeg Gunungan ini juga kerap kali dilakukan pada perayaan Islam lainnya.

Grebeg Syawal

Grebeg Syawal yang diadakan untuk menghormati bulan puasa, Hari Raya Idul Fitri, dan malam Lailatur Qadar. 

Grebeg Maulud

Tradisi Grebeg Maulud diadakan setiap tanggal 12 pada Bulan Maulud (Rabiulawal) yang merupakan upacara untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sekaten atau acara pasar malam yang terkenal itu adalah salah satu rangkaian acaranya.

Grebeg Besar

Grebeg besar diadakan pada Hari Raya Idul Adha di Bulan Dzulhijjah sebagai penghormatan kepada bulan besar Dzulhijjah.

  1. Gamelan Sekaten di Keraton Kasepuhan Cirebon

Berbeda dengan daerah Cirebon. Menjelang perayaan idul adha, di cirebon akan mengadakan sebuah tradisi yang disebut dengan Gamelan Sekaten di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Dalam perayaan ini akan membawa berkah bagi masyarakat yang salah satunya adalah

Masyarakat pengunjung yang mendapatkan udhik-udhik percaya bahwa uang logam atau rempah-rempah yang didapat akan mendatangkan banyak rezeki dengan menyimpannya di tempat yang diinginkan. 

Masyarakat pengunjung percaya bahwa dengan melihat dan mendengarkan gamelan sekaten menjadikan mereka awet muda.

Masyarakat pengunjung yang mendapatkan puing-puing batu bata yang disepak oleh Raja pada saat ke luar dekat Masjid Agung, percaya bahwa puing tersebut mendatangkan rejeki dan kesuburan lahan dan tanah pertaniannya maupun rumahnya.

Pembelian alat-alat pertanian seperti pecut, topi petani, alat pertanian lain juga mendatangkan kesuburan, pecut untuk peternakan. 

Nah itulah beberapa tradisi yang kerap kali diselenggarakan bersamaan dengan perayaan idul adha. Selain tradisi tradisi yang disebutkan di atas, sebenarnya masih ada banyak tradisi tradisi lain yang sering dirayakan setiap perayaan Qurban yang setiap daerah tentunya berbeda beda.

Leave a Comment