6 Hikmah dalam Berkurban di Idul Adha, Bukan Sekedar Penyembelihan

6 Hikmah dalam Berkurban di Idul Adha, Bukan Sekedar Penyembelihan

Selain hari raya Idul Fitri, hari raya Idul Adha merupakan hari raya terbesar kedua bagi para umat muslim. Dalam perayaan Idul Adha, umat muslim akan melaksanakan dua ibadah yaitu, shalat Idul Adha secara berjamaah dan pelaksanaan Qurban, yang biasanya dilaksanakan selepas shalat.

Ibadah Kurban merupakan Ibadah wajib yang dilakukan oleh umat Muslim yang telah mampu. Melaksanakan ibadah Qurban merupakan cara kita dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT dan juga sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT, seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim bersama dengan Anaknya Ismail.

Allah SWT sendiri juga memerintahkan ibadah kurban ini setelah ibadah sholat, “Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (Q.S. Al-Kautsar: 2).

Hikmah dalam Berkurban di Idul Adha

Ibadah Qurban tidak hanya sekedar menyembelih hewan saja, melainkan ada banyak hikmah yang tercantum dalam pelaksanaan ibadah Qurban, berikut beberapa diantaranya.

Mengenang Ketaatan Nabi Ibrahim

Hikmah dalam berkurban pertama adalah untuk mengenang ketaatan dari Nabi Ibrahim. Melalui Ibadah Qurban, dapat mengingatkan kita akan kisah Nabi Ibrahim bersama dengan anaknya Ismail.

Dengan melaksanakan Ibadah Qurban, kita mengenang betapa luar  biasanya ketaatan Nabi Ibrahim dalam mengikuti perintah dari allah SWT.

Kisah ini juga dijelaskan dalam Al-Qur’an pada surat As-Saffat ayat 102 sampai ayat 107:

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar. (102) Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah). (103).

Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim!” (104). Sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (105) Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (106) Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (107)

Meraih Ketakwaan

Apa yang kita raih dalam Ibadah Qurban, tidak hanya sekedar persembahan daging dan darahnya, melainkan juga untuk mendapatkan ketakwaan. Allah SWT berfirman, “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Q.S. Al-Hajj: 37).

Sebagai Syiar Islam

Allah SWT telah menerangkan ini dalam salah satu ayatnya yang berbunyi,

“Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syi’ar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur.” (Q.S. Al-Hajj : 36).

Lebih Baik Dibanding Sedekah Senilai Hewan Kurban

 “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan qurban.” (Talkhish Kitab Ahkamil Udhiyah wadz Dzakaah, hal. 11-12 dan Shahih Fiqh Sunnah, 2: 379).

Bentuk Ketaatan

Rasulullah sampai bersabda dalam salah satu hadistnya, “Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Membahagiakan Kaum Duafa

Hari raya Qurban dapat menjadi momen dimana kita dapat membantu dan berbagi kepada kaum yang membutuhkannya. “Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah.” (HR. Muslim).

Leave a Comment