December 15, 2021

Adab Pergaulan Remaja Menurut Islam Serta Contoh Perilaku Menyimpang

Menghindari-Prilaku-Menyimpang

Adab Pergaulan Remaja Menurut Islam Serta Contoh Perilaku Menyimpang, Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga hubungan baik antar sesama. Baik kepada saudara, keluarga, teman maupun orang orang terdekat lainnya. Dalam surah An-Nisa’ ayat 36, Allah SWT telah berfirman sebagai berikut:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Selain itu, sejumlah hadis juga menyebutkan tentang pentingnya menjaga hubungan dengan sesama. Dari Anas Bin Malik dia berkata: “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berjumpa dengan seseorang dan beliau mengajaknya bicara, maka beliau tidak memalingkan mukanya dari orang tersebut sehingga orang itu sendiri yang berpaling, dan apabila menjabatnya, beliau tidak melepas tangannya sehingga ia sendiri yang melepaskannya, beliau juga tidak pernah terlihat mendahului teman duduknya dengan kedua lututnya,” (HR Ibnu Majah No. 3706). 

Adab Pergaulan Remaja

Bicara mengenai adab pergaulan remaja, seorang muslim juga perlu untuk memperhatikan beberapa adab dan layak untuk diterapkan yang sesuai dengan ajaran Agama Islam.

Masa remaja adalah masa dimana usia sedang beranjak dewasa. Dalam fase ini, masa peralihan dari seorang anak menjadi dewasa perlu untuk menerapkan beberapa akhlak mulia sebelum demi menjaga pergaulan yang menuju ke arah yang positif. Berikut beberapa contoh adab pergaulan remaja.

1. Menjaga sopan santun. 

Sopan santun dalam bertindak dan berucap sangat dibutuhkan demi menciptakan suasana menghargai orang lain maupun antar sesama teman pergaulan.

2. Mengerti dan memahami

Mengerti dan memahami adalah dua hal yang sangat penting dalam pergaulan, hal ini akan mempengaruhi terjalinnya hubungan pertemanan untuk jangka waktu yang lama.

3. Selalu mengajak ke arah kebaikan

Mengajak ke arah kebaikan dapat meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Seorang remaja sangat diharapkan untuk mampu mengingatkan teman pergaulannya dikala melakukan suatu hal yang berdampak tidak baik, baik untuk diri sendiri, bersama maupun untuk keagamaan.

4. Saling membantu

Dalam sebuah pergaulan dibutuhkan sikap untuk saling membantu dan sifat lapang dada. Apabila ada salah satu teman yang membutuhkan pertolongan sebaiknya di bantu, namun sebaliknya jika ada yang kurang berkenan, setidaknya dapat berlapang dada untuk menyikapinya.

Contoh Perilaku Menyimpang

Dalam sebuah pergaulan remaja tentu akan ada masanya dimana mereka mendapat sebuah tindakan yang negatif, yang dikarenakan perilaku tersebut dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain baik keluarga, teman, tetangga dan lainnya. Berikut beberapa contoh perilaku menyimpang.

1. Minum minuman keras dan judi

Dalam Islam, kedua hal tersebut dilarang. Surah al-Maidah ayat 90 menyebutkan: “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung”. 

2. Pergaulan bebas

Dengan hanya berdasarkan nafsu demi memenuhi kebutuhan akan bersenang-senang, maka dikhawatirkan dapat menimbulkan hal negatif berikutnya. “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (QS Al-Isra ayat 32). 

3. Tawuran atau berkelahi antar kelompok

Tawuran antar kelompok kerap kali terjadi pada sekelompok pergaulan remaja. Tentang hal ini, surat Al-Hujurat ayat 11 menuliskan: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. “Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. 

Artikel Terbaru

Artikel Terkait