Ajaran Islam tentang Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Kita mengetahui kalau manusia adalah makhluk ciptaan allah Subhanahu wa ta’ala  yang paling sempurna. Yang dimana manusia memiliki kehendak bebas yang tidak dimiliki dari seluruh makhluk  yang allah ta’ala ciptakan. Manusia diberikan pikiran , nafsu, perasaan dan lain sebagainya.

Walaupun manusia adalah makhluk ciptaan allah ta’ala yang paling sempurna , tetapi manusia tidak bisa hidup sendiri dan melakukan segalanya sendiri, tetapi perlu adanya bantuan orang lain, walaupun kita perlu menggaji orang tersebut. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan manusia lainnya. Contoh saja disaat kita ingin memperbaiki elektronik atau semisalnya. Kita yang kurang mengetahui apa saja kerusakannya secara tidak langsung  kita akan meminta bantuan  kepada tukang service elektronik. Walaupun setelah di perbaiki elektroniknya. Kita memberikan upah jasanya.

Allah subhanahu wa ta’ala   menyukai umatnya jika selalu saling mengenal atau silaturahmi satu sama lain . mau dengan yang satu agama atau pun pemeluk agama lain.  Manusia memang sudah dikodratkan menjadi makhluk sosial maka kita sebagai manusia sudah sewajarnya selalu berusaha untuk melakukan amalan baik, dan juga memiliki siat yang baik , adil bagi sesama. Dan kita tidak diperkenankan untuk menjadi sifat yang ketamakan dan kesombongan pada diri kita.

 Allah Ta’ala berfirman

Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal.”  ( AL Hujarat Ayat 3)

Allah Ta’ala sudah memiliki tujuan dalam menciptakan manusia yang berbeda beda, dengan keagungan Allah  Subhanahu wa ta’ala  menciptakan kita manusia yang berbeda-beda yang tujuannya saling mengenal satu sama lain,  dan  kita selalu saling menghormati.

Di dalam surah al Hujurat ayat 10 juga menjelaskan

Artinya :

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu, damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

 Ayat diatas  telah menjelaskan  kalau kita  sebagai manusia  diharuskan bisa selalu menjaga  hubungan  dan bisa berdamai dengan sesama . dan kita sebagai manusia tidak diperkenankan  untuk saling merendahkan yang bisa menimbulkan perpecahan.

Dan lanjut di dalam surat al Hujurat  yang menjelaskan :

 

 

Artinya :  “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

 Ayat diatas  ditegaskan kembali  kalau  kita sebagai manusia  tidak boleh  saling mencurigai dan berburuk sangka . dan juga tidak dibolehkan untuk mencari-cari keburukan orang lain sebagai bahan untuk ghibah..

Sebab islam mengajarkan jika kita sebagai manusia  kalau membicarakan orang lain sama saja dengan memakanbangaki saudaranya.

Di dalam al quran  di surat yang lain juga menjelaskan allah berfirman:

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.” ( QS An-Nisa ayat 86)

Kita sebagai umat muslim  disaat kita bertemu orang lain maka kita harus melakukan hormat dengan siapa saja , hal ini merupakan suatu bentuk menghargai dan selalu memiliki rasa percaya kepada orang tersebut. jika kita mendoakan orang lain yang baik –baik . maka kita akan mendapatkan hal yang baik juga.

Leave a Comment