Berqurban adalah ibadah yang disyariatkan sejak dari zaman Nabi

Berqurban adalah ibadah yang disyariatkan sejak dari zaman Nabi

Qurban, sudah ada sejak Masa Kenabian Nabi Adam a.s., yaitu pada kedua anaknya yang menyerahkan qurban kepada Allah SWT.
Menurut jumhur ulama yang mempersembahkan kambing adalah Habil, sedangkan yang mempersembahkan makanan adalah Qabil, dan Allah SWT menerima kambing Habil.

Syariat pertama Nabi Ibrahim melaksanakan Ibadah Qurban. Ibadah qurban dilakukan pertama kalinya oleh Nabi Ibrahim a.s. beserta anaknya Nabi Ismail a.s. Hadits Imam Ahmad menyatakan bahwa ketika Rasulullah ditanya oleh para sahabat, ya Rasulullah apa itu Qurban?. Maka dijawab” Qurban itu adalah ibadah Sunnah bapak kalian “Nabi Ibrahim”.

Ibadah Qurban adalah Ibadah untuk mendekatkan diri, membuktikan kesetiaan dan cinta kepada Allah SWT. Hal ini tidak terlepas dari sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Pada malam 8 Dzulhijjah beliau mendapatkan perintah melalui mimpinya untuk mengorbankan anaknya, namun beliau tidak yakin, apakah perintah tersebut datang dari Allah SWT ataukah dari Syaitan Laknatullah. Beliau berfikir dan merenung, yang mana pada Tanggal 8 Dzulhijjah tersebut umat muslim disyariatkan untuk melakukan puasa pada tanggal tersebut.

Pada hari selanjutnya, malam tanggal 9, Nabi Ibrahim bermimpi lagi tentang hal yang sama. Baru beliau yakin bahwa itu perintah dari Allah. hari itu dikenal sekarang sebagai hari arafah, bertepatan Nabi Ibrahim berada di Arafah, dan sekarang umat muslim disyariatkan untuk melaksanakan Puasa Arafah.

Pada saat itu, Nabi Ibrahim menyembelih hewan qurban unta sebagai pengganti dari mimpi yang ia alami, namun karena pada mimpinya yang harus di Qurbankan adalah anaknya (Nabi Ismail). Maka pada malam selanjutnya beliau bermimpi lagi tentang hal yang sama, sehingga keesokan harinya beliau sudah bulat tekad akan menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail.

Tibalah waktu yang ditunggu, saat itu Nabi Ismail tidak merasa keberatan dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah melalui mimpi bapaknya. Tidak bisa dipungkiri, hati seorang bapak menangis, tentang perasaan seorang ayah dan di sisi yang lain merupakan kewajiban seorang Rasul.

Ketika Nabi Ismail di Qurbankan tiba-tiba Nabi Ismail digantikan dengan seekor kambing dan dari sinilah awal mula disyariatkannya ibadah qurban bagi umat Islam sekarang.

 

Leave a Comment