Dampak Psikologis Anak Diasuh Nenek, Cek 5 Faktanya Berikut

Di zaman sekarang ini seorang suami istri kebanyakan memutuskan untuk sama-sama bekerja  agar mendapatkan rezeki yang banyak, dan kehidupan rumah tangganya selalu tercukupi. Padahal rezeki itu allah sudah tentukan dan diperlukannya juga ikhtiar .  selama kita selalu yakin kalau rezeki itu tidak akan tertukar. Maka kita selalu menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Allah berikan kecukupan pada orang yang sudah menikah . ini merupakan janji allah ta’ ala sebagaimana yang disebutkan  dalam pembahasan Surat an-nur berikut:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahaya mu yang lelaki dan hamba-hamba sahaya mu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur: 32)

 Penjelasan dari ayat diatas : ada perintah untuk menikah ,begitu yang dikatakan Ibnu Katsir dalam Tafsir Al –Quran Al – Azhim; 5: 532. Dengan menikah itu bisa membuat kita menundukan pandangan dan menjaga kemaluan seperti yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu ‘ alaihi W sallam.  Dan salah satu manfaat menikah yang disebutkan di dalam ayat ini, Allah akan beri Kecukupan.

Setelah menikah pastinya allah akan memberikan rezeki yang paling tidak bisa kita beli dengan harta di dunia yaitu anak.   Jika kita sebagai orang tua yang selalu aktif dalam pekerjaan tidak sempat mengurus anak  dan anak kita dititipkan atau diasuh pada baby sister, maka karena terbiasa dengan kakek atau neneknya maka seorang anak tidak akan nyaman lagi dengan orang tua kandungnya. Tetapi malah lebih nyaman dengan kakek dan neneknya .

Sabda rasulullah  shallallahu alaihi  wa sallam :

““Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu sekalian bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (raja) adalah pemimpin, seorang suami pun pemimpin atas keluarganya, dan isteri juga pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya.” (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 893, 5188, 5200), Muslim (no. 1829), Ahmad (II/5, 54, 111) dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma. Lafazh ini milik al-Bukhari.)

Adapun dampak psikologi anak diasuh nenek , cek 5 faktanya berikut ini:

  1.     Anak Akan Merasa Malu

 Anak akan merasa malu, karena seorang anak pastinya ingin diketahui kalau ia mempunyai orang tua yang mengasuh atau merawat mereka bukan neneknya. Apalagi jika di saat adanya kegiatan  sekolah atau yang sejenisnya . secara otomatis teman-teman sekolahnya akan bertanya mana ibu dan ayahnya. Jadi hal seperti ini bisa membuat anak menjadi sedih dan malu kalau bilang bersama neneknya.

  1.     Menjadi Anak yang Cengeng dan Juga Manja

Secara umum anak yang diasuh nenek , akan lebih cengeng dan manja, karena kakek dan nenek akan lebih sabar dalam mendengar apa yang cucunya katakan dan memberikan apa yang cucunya mau.

  1.     Sering bertengkar dengan orang tua

Seringnya bertengkar dengan orang tua merupakan suatu dampak yang paling sering terjadi jika seorang anak diasuh  dan dirawat oleh kakek dan neneknya. Karena seorang anak sudah merasa  aman . maka pertengkaran pun akan terjadi.

  1.     Menjadi orang yang Pemarah.

Anak yang diasuh oleh kakek dan neneknya akan bisa membuat anak menjadi pemarah, karena setiap keinginannya pastinya akan dikabulkan oleh kakek dan neneknya. Maka hal tersebut bisa membuat seorang anak , menjadi pemarah karena orang tua tidak menuruti apa yang diinginkan.

  1.     Sering Bermasalah

Seringkali bermasalah menjadi dampak jika seorang anak diasuh oleh neneknya. Semua ini  berkaitan dengan  kurangnya kasih sayang orang tua untuk seorang anak. Mereka mungkin merasa dengan membuat masalah maka neneknya akan membiarkannya hidup sendiri atau mengembalikan anak tersebut pada orang tuanya.

Leave a Comment