Doa dan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban

Penyembelihan hewan kurban wajib dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Berikut urutan dan tata cara penyembelihan kurban sesuai dengan Surat Edaran dari Kementerian Agama:

1. Hewan kurban yang akan disembelih direbahkan, kakinya diikat, lalu dihadapkan ke sebelah rusuknya yang kiri agar mudah saat menyembelihnya.

2. Menghadapkan diri ke kiblat. Hewan kurban juga dihadapkan ke arah kiblat

3. Potong urat nadi dan kerongkongannya yang ada di kiri kanan leher sampai putus agar hewan segera mati. Urat kerongkongan adalah saluran makanan. Kedua urat tersebut harus benar-benar putus.

4. Saat hendak menyembelih kurban, petugas harus mengucapkan basmalah atau Bismillahi Allahu Akbar (dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar)

Mengutip laman NU Online, setelah membaca basmalah bisa dilanjutkan dengan doa-doa berikut: Mengucap shalawat untuk Rasulullah SAW: Allâhumma shalli alâ sayyidinâ Muhammad, wa alâ âli sayyidinâ Muhammad (Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya).

Mengucap takbir tiga kali dan tahmid satu kali Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu).

Mengucapkan doa menyembelih Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm (Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku)

5. Hewan kurban yang lehernya agak panjang, maka disembelih di pangkal leher sebelah atas agar cepat mati.

6. Hewan kurban yang sulit disembelih karena liar atau jatuh ke dalam lubang sehingga lehernya tidak bisa disembelih, maka peyembelihan boleh dilakukan di bagian tubuh hewan mana saja, asalkan kematian hewan tersebut disebabkan oleh sembelihan, bukan karena sebab lain dan tidak lupa menyebut nama Allah.

7. Hewan kurban baru boleh dikuliti setelah benar-benar mati.

Leave a Comment