Etos kerja di dalam Perspektif Alquran Dalam hal duniawi seperti bekerja dengan baik dan selalu semangat dalam mengerjakan pekerjaan merupakan hal yang dianjurkan di dalam agama islam. adapun seorang manusia yang diciptakan Allah Subhanahu wata’ala adalah sebagai Khalifah dimana manusia adalah ciptaan allah ta’ala yang paling sempurna. Manusia sebagai khalifah Allah Berfirman di dalam al quran :
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan namaMu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (al-Baqarah: 30)
Ayat diatas menyatakan kalau allah Subhanahu wa ta’ala memiliki rencana menciptakan manusia dengan tugas sebagai khalifah yang dimana manusia nantinya yang memiliki tugas untuk mengelola bumi. Oleh karena itu agar tugas bisa dikerjakan dengan baik maka diperlukan yang namanya semangat yang tinggi dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh Allah Ta’ ala. maka dengan semangat yang menjadi fokus dalam meningkatkan tugas itulah disebut dengan etos.
Alquran sebagai petunjuk hidup manusia di bumi. Di dalam alquran terdapat ayat-ayat yang bisa memberikan petunjuk supaya manusia bisa meningkatkan etos kerja , diantaranya adalah
Yang pertama: Mengatur waktu. Islam mengajarkan umatnya untuk mengatur waktu dengan baik , supaya dapat dipergunakan dengan segala bentuk aktivitas yang baik apalagi disaat kita sedang dalam bekerja. Di dalam alquran terdapat ayat yang dimana isinya allah Subhanahu wa ta’ala Bersumpah dengan memakai waktu. Oleh karena itu untuk orang yang ingin meraih kesuksesan maka pergunakanlah waktu dengan sebaik mungkin. Karena waktu adalah modal utama dan terbaik. Allah berfirman di dalam ayat lainnya:
Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap. (asy-Syarh: 7-8)
Ayat diatas menjelaskan kalau ingin meraih kesuksesan dalam usahanya maka dalam menghasilkan karya yang bermanfaat tidak ada waktu yang disia-siakan berlalu begitu saja. kita perlu mengetahui dan tetap selalu diingat kalau kunci sebuah keberhasilan dalam pekerjaan yang kita lakukan bukan hanya etos kerja saja tetapi harus kita selalu menyandarkan diri kepada ridha Allah Subhanahu wa ta’ala. inilah penjelasan di dalam ayat 8 surah diatas. “ dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” Aya ini yang memberikan perbedaan antara etos kerja yang diajarkan di dalam al quran dengan etos kerja yang diajarkan dengan yang lainnya.
Yang kedua : lakukanlah pekerjaan sesuai dengan keahliannya . etos kerja seseorang akan menjadi besar dan baik jika ia melakukan pekerjaan sesuai dengan bidang dan kompetensinya dan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Allah berfirman :
“ Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya”. (al-Isra’: 84)
Dalam meningkatkan etos kerja ini , seorang muslim diharuskan selalu mengikuti petunjuk Allah Subhanahu wa ta’ala di dalam bekerja . seberat apapun pekerjaan tersebut dan sebesar apapun itu etos kerja yang dimiliki jangan pernah lupa kepada allah subhanahu wa ta’ala. allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui, (al-Jumu‘ah: 9)
Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki etos kerja yang tinggi, karena jika tidak, mereka termasuk orang yang tidak memiliki rasa syukur dan akan mendapatkan murka nya Allah Subhanahu wa ta’ala. jika kita tidak suka bersyukur itu menandakan ia tidak mempunyai etos dalam bekerja, dan suatu saat ia akan mendatangkan kemiskinan.