Hak Asasi Manusia (HAM) Dalam Penerapan Hukum Islam

Hak asasi manusia  adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk tuhan yang maha esa dan merupakan anugerah –nya yang wajib dihormati , dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah , dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. “

Sudah sering sekali kita mendengar seruan tentang hak asasi manusia (HAM) dan juga tuntutannya dari negara-negara yang selama ini tidak memberlakukan hukum allah azza wa jalla. Allah adalah dzat yang telah menciptakan manusia dan menetapkan bagi manusia hak dan kewajiban. Allah lah yang telah memberikan  syariat berbagai  sanksi yang dimana wajib diterapkan apabila manusia tidak melaksanakan kewajiban yang dibebankan kepadanya, atau melanggar hak orang lain. Sebab kewajiban manusia yang telah diciptakan ,  yang dimuliakan  dan diberi  kelebihan atas makhluk lainnya ialah melaksanakan hak-hak yang dibebankan kepadanya dengan sempurna dan menghormati hak orang lain.-

Di dalam al quran disebutkan sepuluh hak  sesama manusia allah azza wa jalla berfirman yang artinya:

“ Sembahlah allah dan janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatu apapun.  dan berbuat baiklah  kepada  kedua orang tua ibu –bapak , karib kerabat , anak-anak yatim , orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh , teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri “ ( An-nisa/4:36)

Adapun enam hak sesama muslim , ini penting dan perlu diperhatikan ada yang masuk sunnah.

Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  Bersabda,  “ hak muslim kepada muslim  yang lain ada enam. “beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “ (1) Apabila engkau bertemu , ucapkanlah salam kepadanya: (2) apabila engkau diundang, penuhilah undangannya: (3) Apabila engkau diminati nasehat, berilah nasehat kepadanya; (4) apabila  dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ‘alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan Mengucapkan ‘yarhamukallah’) ; (5) apabila dia sakit, jenguklah dia ; dan (6) apabila dia meninggal dunia iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman). “ ( HR.Muslim)( HR.Muslim no.2162)

Adapun faedah hadits diatas  adalah

1-  Islam adalah agama kasih sayang dan mengajarkan untuk memperhatikan hak terhadap sesama.

2-  Muslim yang dimaksud dalam hadits yang ditunaikan haknya disini adalah muslim yang bersyahadat  laa illallah dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan keislamannya.

3-  Mengucapkan salam merupakan tanda cinta dan baiknya seorang muslim di dalamnya berisi (1) doa keselamatan dari berbagai penyakit , kejelekan, maksiat , serta selamat dari  neraka; ( 2) doa rahmat supaya mendapatkan kebaikan;(3) doa keberkahan supaya kebaikan itu langgeng dan bertambah.

Masih banyak faedah hadits diatas, penulis hanya memberikan hanya cukup tiga saja  cukup untuk mengetahui faedah dari hadits yang sudah dijelaskan diatas.

Allah Azza wa jalla berfirman. Yang artinya

Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih , maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya “   ( at-tin/95:4-6)

Kewajiban seorang muslim adalah tidak memperdulikan propaganda-propaganda menyimpang dan negara-negara kafir,  berupa seruan untuk menghormati hak-hak asasi manusia tanpa memandang manusia yang dimaksudkan , dan (tanpa memandang.) apa hak –hak yang wajib dihargai dan dia jaga menurut persepsi mereka : karena manusia dalam persepsi mereka adalah manusia kafir, pelaku kejahatan, dan perbuatan kerusakan dimuka bumi.

Leave a Comment