Hukum Membuat Patung Menurut Quraish Shihab

Beliau merupakan  pakar tafsir  yang dimana dulunya ia kuliah dan lulusan di Al-Azhar . menurut beliau . ‘ sebenarnya pembuatan patung yang dibuat di masa lalu terdapat perbedaan atau mempunyai maksud yang berbeda dengan pembuatan patung di masa sekarang. Pada dasar nya beliau tidak  pernah mengenyampingkan hadist-hadits tentang larangan menggambar dan juga membuat patung, apalaki makhluk hidup.


Tetapi beliau menjelaskan , kalau kita ini perlu berpikir untuk memahami adanya prinsip di dalam ajaran agama islam yang harus kita pahami.

Terkadang ada hukum yang bisa berkaitan dengan ibadah , dan ada juga yang berkaitan  dengan non ibadah

–          Untuk Ibadah,  sudah tidak bisa kita untuk merubahnya. Dan tidak bisa kita melakukan ibadah itu kecuali ada  perintahnya.

–          Jika non  ibadah kita boleh mengerkerjakannya selama ibadah itu tidak ada larangannya. Yang non ibadah itu juga dilihat dari mengapa dilarang?

Allah Berfirman  di dalam alquran  surat An- nisa : 48. Yang artinya

“ sesungguhnya allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia Mengampuni segala dosa yang selain dari (Syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya . Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka ia telah berbuat dosa yang besar.

Hukum itu tergantung dengan illat (sebab),nya. Kalau illat masih ada maka hukum tetap juga masih ada. Di dalam kaidah ushul fiqih dikatakan artinya:

“hukum itu berputar bersama illatnya dalam mewujudkan dan meniadakan hukum”

“Kemudian , kalau larangan tersebut masih terdapat penyebabnya, maka hukumnya  masih tetap berlaku. Kalau saja sudah tidak ada penyebabnya maka hukumnya bisa berubah ,”

Para ulama berpendapat , penyebab patung di zaman dulu dilarang oleh nabi dikarenakan dahulu dibuat untuk disembah menjadi berhala, dan juga sebagai tempat pemujaan dan lain sebagainya.

Maka dari itu di masa sekarang jika patung itu dibuat tetap untuk tujuan menyembah atau disembah orang , maka tetap saja tidak boleh.

Tetapi menurut Quraish Shihab  penulis tafsir  Al- Misbah , kalau tujuan membuat patung hanya untuk seni dan sebagai pengingat akan jasa-jasa seseorang serta bukan untuk disembah  maka  diperbolehkan.

Jika memiliki tujuan  untuk berkarya  dan mengekspresikan sebuah seni dan juga mengingatkan orang-orang yang sedang menikmati seni akan kebesaran Allah , maka ini dibolehkan.  “ kalau kita lihat di jakarta ada patung Jenderal Sudirman itu membantu kita mengingat bahwa tokoh bini orang berjasa, orang yang wajar ditiru kepahlawanannya, “   kata Quraish Shihab.

Ada jenis patung yang tidak diperbolehkan untuk dibuat seperti jenis patung orang telanjang yang dimana bisa membuat orang yang melihat patung tersebut merangsang syahwat .  alasan kenapa tidak diperbolehkan , karena patung tersebut  dibuat dengan tujuan yang dimana bertentangan dengan nilai-nilai moral dan juga agama.

Dari penjelasan dari bapak Quraish Shihab diatas , jika para pembaca tidak setuju atau tidak sependapat dengan pendapat beliau, janganlah kita menghujatnya ataupun menjelek-jelekan beliau dan juga menyesatkan beliau. Karena  di dalam islam kita diharuskan untuk selalu  menghargai segala sesuatu perbedaan yang ada pada saudara kita seiman  dan juga yang tidak seiman. Karena itu ajaran dari nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.  Panutan seluruh umat muslim sedunia. Lebih baik kita sesama muslim saling mendoakan agar selalu semakin beriman dan juga bertaqwa amin

Leave a Comment