Makna Qurban Di Masa Pandemi ?

Makna Qurban Di masa Pandemi ?  Di tahun ini 2022 pandemi sudah mulai agak mereda, dimana pemerintah  di saat menjelang hari raya idul fitri sudah memberikan izin untuk masyarakat yang ingin merayakan hari raya idul fitri di kampung halamannya di persilahkan untuk melaksanakan mudik. 

 Setelah hari raya idul fitri  tentunya akan tiba juga dengan yang namanya hari raya idul adha yaitu yang bisa dikenal juga dengan hari raya qurban dan juga haji. Dimana umat muslim yang menjalankan ibadah haji di mekkah,mereka menjalankan ibadahnya sesuai dengan tuntunan ajaran islam tentang menjalankan ibadah haji. Tetapi untuk umat islam yang tidak bisa menjalankan ibadah haji, karena belum ada panggilan dari allah Subhanahu wata’ala yang dimana belum dapat giliran berangkat dari kementrian agama. Maka mereka akan menjalankan ibadah  penyembelihan kurban.

Bagi mereka yang tidak bisa berkurban maka mereka membantu untuk berpartisipasi dalam penyembelihan kurban tersebut. Dalam masa pandemi sekarang yang sudah tidak seketat tahun lalu yang untuk penyembelihan kurban  di haruskan dari pemerintah untuk memotongnya di rumah potong hewan. Yang tujuannya untuk menjaga tidak ada terjadinya kerumunan demi mencegah tersebarnya virus Covid 19. Maka di tahun sekarang ini semoga saja pemerintah membolehkan memotong hewan kurban di tempat dimana shohibul qurban  tinggal, seperti di halaman masjid atau di ruang lapang yang ada di lingkungan tempat mereka tinggal.

Dengan begitu lama kita mengalami namanya pandemi virus covid 19  hampir kita mengalami 3  tahun dan sekarang ini sudah mulai mereda .  kita bisa mengambil makna qurban di masa pandemi ini dengan meneladani kisah dari nabi ibrahim  yaitu di dalam mencapai tujuan yang mulia  yang dimana membutuhkan  pengorbanan. Maka dari itu , sekarang saatnya kita  sebagai umat islam mengambil makna keteladanan nabi Ibrahim yang begitu rela mengorbankan anak yang beliau cintai.

Hari raya idul adha  ini untuk umat islam mempunyai makna yang dimana rela untuk salng berbagi terhadap sesama. Selain itu, di hari raya kurban ini bisa membuat kita sebagai umat islam memiliki rasa syukur dan pengorbanan  dalam melakukan penyembelihan hewan kurban, dan juga untuk melatih menjadi seorang pribadi yang memiliki jiwa yang besar dab juga bersabar, mempererat tali silaturahmi, juga memperkuat solidaritas rasa kemanusiaan terutama saat pandemi.

Sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat   alquran berikut ini:

Artinya : “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

 Pelajaran yang sangat penting dari kisah nabi ibrahim :

Kesulitan itu akan terlepas kalau kita mau pasrah kepada Allah, tawakal kepada-Nya. Sebenarnya saat ini kita hanya mementingkan sehat dan selamat dari penyakit. Namun, kebanyakan kita lupa bahwa yang bisa menyelamatkan kita dari virus berbahaya adalah Allah, bukan dokter, bukan lantaran obat, bukan lantaran mengonsumsi berbagai herbal, dan bukan lantaran vaksin semata. Ingat, yang memberikan kita keselamatan di masa pandemi ini adalah Allah. Yang menyembuhkan kita dari sakit adalah Allah. Hingga yang memberikan kita akhir hidup yang baik (husnul khatimah) adalah Allah.

Semua itu butuh pasrah kepada Allah, wujudnya adalah lewat dzikir dan doa kita. Jadi, jangan hanya bergantung pada sebab protkes dan obat-obatan. Marilah kita bergantung kepada Allah yang akan mengangkat kesulitan kita.

Leave a Comment