Meraih Takwa Dari Ibadah Qurban

Meraih Takwa  Dari Ibadah Qurban.  Di syariatkannya qurban terncantum  dalam firman allah subhanahu wa ta’ ala. yang artinya “ Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).”  ( QS . Al Kautsar:2). Dari ayat ini di tafsirkan   “ Berqurbanlah pada hari raya Idul Adha ( Yaumun Nahr)”.   Tafsir ayat ini yang meriwayatkan adalah dari .’ Ali bin Abi Tholhah dari Ibnu “ Abbas, juga menjadi pendapat ‘ Atho’ , Mujahid dan jumhur (mayoritas) Ulama.

Al udh – hiyah merupakan sebutan dari penyembelihan qurban ketika hari raya Idul Adha , yang juga sesuai dengan pelaksanaan waktu ibadah tersebut. Maka makna dari al udh-hiyyah menurut istilah Syar’i adalah Hewan sembelihan dengan tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ ala,  yang dikerjakan  pada an nahr (Idul Adha) dengan syarat-syarat tertentu.

Dari penjelasan definisi diatas , yang bukan termasuk di dalam al udh-hiyyah adalah hewan yang disembelih bukan termasuk rangka taqorrub kepada Allah (Seperti untuk dimakan, dijual atau untuk menjamu tamu). Dan yang bukan termasuk al udh – hiyyah adalah sembelihan hewan  yang di luar hari tasyriq yang walaupun memiliki tujuan  bertaqarrub kepada Allah.  Dan juga yang bukan termasuk dari al udh-hiyyah  adalah  hewan yang diniatkan untuk aqiqah dan al hadyu  yang akan di sembelih di kota mekkah.

   MERAIH IKHLAS DAN TAKWA DARI SEMBELIHAN QURBAN

Ibadah yang mulia dan juga suatu bentuk diri kita untuk mendekatkan diri kepada allah yaitu saat kita Menyembelih Qurban. Dan perlu kita ketahui  seringkali ibadah Qurban disatukan dengan ibadah shalat.  Allah Berfirman  yang artinya

“ Katakan lah sesungguhnya shalatku. Nusuk-ku,  hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam,’ ( QS. Al An’ am:162). Dan ditafsirkan an nusuk adalah sembelihan, seperti  pendapat dari Ibnu ‘ Abbas, Sa ‘ id bin Jubair, Mujahid dan Ibnu Qutaibah Az Zajaj mengucapkan kalau makna an nusuk  adalah segala sesuatu yang mendekatkan diri pada Allah ‘ Azza Wa jalla, tetapi umumnya dipergunakan untuk sembelihan.

Perlu kita ketahui,  kalau yang akan kita capai di dalam ibadah qurban adalah keikhlasan dan ketakwaan, yang bukan hanya daging atau darahnya. Allah ta’ala berfirman yang artinya.

“ Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”  ( QS. Al Hajj:37).

Leave a Comment