Nilai Kejujuran Dalam Alquran

Nilai Kejujuran dalam Alquran Kejujuran merupakan hal penting di dalam hidup di dunia ini. Jika kita tidak melakukan suatu kejujuran , maka hidup kita akan selalu tertekan dengan  kenyataan yang tidak bisa kita ucapkan. Dan jika ketahuan akan merusak segala kepribadian kita , dan juga seorang yang  ada hubungannya dengan kita akan terkena juga imbasnya.

Kejujuran berasal dari kata ‘ Jujur’ yang dimana di dalam bahasa indonesia ada yang namanya imbuhan ke – dan juga –an,  yang memiliki arti lurus hati, tidak berbohong, tidak melakukan kecurangan atau ikhlas.  Kata jujur dalam bahasa arab, tabrani rusyan  memiliki terjemahan dari Shiddiq yang artinya benar, bisa dipercaya.   jadi definisi jujur adalah suatu kebenaran dan kesesuaian dari perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan kenyataan.  (A. Tabrani Rusyan, Pendidikan Budi Pekerti, (Jakarta: Inti Cipta Media Nusantara, 2006), h. 25.)

Di dalam alquran terdapat ayat-ayat Alquran yang menyebutkan tentang kejujuran:

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”  (QS Al- Maidah :8)

Ayat diatas  menerangkan kejujuran adalah mengatakan kebenaran dalam persaksian secara adil,  tanpa di dasari oleh unsur apapun, dan kepada siapapun walaupun terhadap musuh.  Sebab kalau tidak adanya keadilan  akan terjadi perpecahan di masyarakat  karena akan hilang rasa percaya.

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”  (QS At Taubah 119)

Dalam ayat diatas telah diterangkan kalau  orang yang beriman akan selalu memenuhi perintah Allah ta’ala untuk selalu bertaqwa dan merasa takut kepadaNya. Dan Akan  meninggalkan segala larangannya. Termasuk larangan untuk tidak selalu  Bersama- sama dengan orang yang  munafik dan  melakukan dosa yaitu dengan berdusta dan bersumpah untuk kedustaan itu.

Allah pasti akan mengampuni dan akan memasukkan hambanya ke dalam surga kalau ia beriman dan selalu menjalankan perintah Allah, dan selalu berlaku baik dan berkata yang benar.

“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (QS Az-Zumar: 33)

Ayat diatas menerangkan kalau kebenaran adalah agama islam dan yang membawa kebenaran itu adalah nabi Muhammad Shallallahu ‘ alaihi wasallam  . Kaum mukmin yaitu orang yang  percaya akan kebenaran  dan orang-orang bertaqwa adalah rasul dan Semua Kaum Mu’min.

Salah satu ciri –ciri orang mukmin adalah yang mempercayai ajaran Allah yang disampaikan melalui Nabi Muhammad  shallallahu’alaihi wasallam  dan berbuat kebenaran itu sendiri.

“Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” ( QS Muhammad 21)

“Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”.( QS Al-Ankabut :3)

Kalau kita ingin mengikuti sifat-sifat Nabi   dan termasuk ke dalam golongan kaum Mukmin  dilarang untuk melakukan perbuatan dusta yang dimana tidak mempercayai ayat-ayat bukti wujud keesaan allah Subhanahu Wa Ta’ala  seperti Sifat-sifat kaum musyrik . supaya kita selalu terhindar dari siksa Allah  Subhanahu wa ta’ala.

Leave a Comment