Pelajaran Dari Ibadah Qurban Dan Haji

Pelajaran dari ibadah Qurban dan haji. Dengan kita melaksanakan ibadah qurban dan juga ibadah haji bagi yang mampu. terdapat pelajaran berharga  yang bisa kita dapatkan . berikut penulis akan menjabarkan beberapa pelajaran  dalam melaksanakan ibadah Qurban dan haji.

  1.       – BELAJAR UNTUK IKHLAS

Pelajaran yang diambil dari kita melaksana kan ibadah Qurban  adalah kita dituntut  keikhlasan dan ketakwaan.  Dengan kedua itulah kita bisa mendapatkan ridha Allah  subhanahu wa ta’ala.  Daging dan Darah itu bukan hal utama yang dituntut. Tetapi dari keikhlasan  dalam menjalankan ibadah qurban . allah subhanahu wa ta’ ala berfirman, yang artinya

“ Daging- daging unta dan darahnya itu sekali –kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, Namun ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya .” ( QS. Al Hajj: 37).

Dalam menjalankan ibadah haji juga demikian, kita diberi perintah untuk  ikhlas, bukan mencari gelar yang nantinya akan mendapatkan sanjungan .  Dari Abu hurairah., mengatakan  kalau pernah mendengar Nabi shallallahu ‘ alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

 “ Siapa yang berhaji karena Allah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.”  ( HR.Bukhari no. 1521).

Dengan demikian berqurban dan juga ibadah haji bukanlah ajang untuk pamer amalan dan juga kekayaan , ataupun Riya’.

  1.       – BELAJAR UNTUK MENGIKUTI TUNTUNAN NABI SHALLALLAHU ‘ ALAIHI WA SALLAM

Dalam menjalankan ibadah Qurban   terdapat aturan  dan ketentuan yang harus dipenuhi. Seperti  halnya mesti menghindari cacat yang membuat tidak sah ( buta sebelah,sakit yang jelas, pincang atau sangat kurus) dan cacat yang  dibilang makruh ( seperti sobeknya telinga, keringnya air susu, ekor yang putus). Umur hewan yang akan dijadikan qurban pun harus sesuai dengan kriteria  yaitu hewan yang  musinnah.

Untuk hewan kambing minimal berumur 1 tahun dan hewan sapi minimal berumur dua tahun.  Dan untuk menjalankan penyembelihan qurban pun  ada tuntunannya  yaitu  dikerjakan setelah shalat idul Adha, dan tidak diperbolehkan sebelum nya. dan perlu diperhatikan juga  di dalam penyaluran hasil qurban, tidak diperbolehkan  untuk mencari keuntungan contohnya dengan menjual kulit atau memberi upah pada tukang jagal dari sebagian hasil qurban.  Kalau saja ketentuan  atau syarat –syarat diatas dilanggar  maka hewan yang disembelih tidaklah disebut qurban, tetapi disebut daging biasa.

Al Bar’ bin ‘ Azib radhiyallhu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampai kan khutbah kepada para sahabat pada hari idul Adha  setelah menjalankan shallat Idu Adha . Beliau shallallahu ‘ alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

“ Siapa yang shalat seperti shalat kami dan menyembelih qurban seperti qurban kami, maka ia telah mendapatkan pahala qurban. Barang siapa yang berqurban sebelum shalat Idul Adha , maka itu hanyalah smebelihan yang ada sebelum shalat dan tidak teranggap sebagai qurban.”

  Demikian  beberapa pelajaran Ibadah Qurban  dan haji yang perlu di ketahui oleh umat muslim, semoga  bisa menambah ilmu agama dan bisa mengamalkannya .

Leave a Comment