Pengertian dan Syarat Shohibul Qurban

Pengertian dan Syarat Shohibul Qurban

Shohibul Qurban adalah sebutan untuk orang yang melakukan ibadah kurban, yakni menyembelih hewan sesuai dengan yang disyaratkan dalam Islam pada Idul Adha dan hari tasyriq.

Untuk menjadi seorang Shohibul Qurban tentu ada syarakat yang harus dipenuhi yang beberapa diantaranya seperti

Syarat seorang shohibul qurban

  1. Muslim

Syarat pertama menjadi seorang Shohibul Qurban adalah beragama Muslim. Seorang yang memiliki niat untuk melaksanakan ibadah Qurban adalah seorang yang beragama Islam. Hal ini sudah menjadi masyarakat yang wajib dan harus untuk dipahami oleh seorang Shohibul Qurban dalam melaksanakan ibadah Qurban.

  1. Berakal sehat

Syarat selanjutnya adalah seseorang yang memiliki akal sehat. Diwajibkan bagi seorang shohibul qurban tidak dalam keadaan gila, mabuk atau orang orang yang tidak memiliki akal. Namun terdapat hukum sunnah bagi wali untuk berqurban atas nama orang tersebut.

  1. Sudah aqil baligh

Memasuki usia aqil baligh menjadi syarat ketiga dalam menjadi seorang Shohibul Qurban. Usia aqil baligh menandakan bahwa orang tersebut telah memasuki usia dewasa.

Memasuki usia aqil baligh biasanya ditandai dnegan beberapa ciri ciri yang salah satunya seperti terjadinya mestruasi untuk perempuan dan mengalami mimpi basah untuk kaum laki laki.Namun sebagai orangtua, tidak ada salahnya pula menanamkan ilmu mengenai berqurban kepada anak sejak usia dini, sehingga nantinya mereka akan lebih memahami dan mampu mengamalkannya di usia dewasa.

  1. Dalam kondisi mampu

Orang orang yang dianjurkan untuk melakukan ibadah Qurban adalah orang orang yang sudah mampu memenuhi tuntutan hidup mereka sehingga dengan kelebihan rezeki yang mereka miliki dapat disedekahkan melalui ibadah Qurban. Selain itu, dalam kondisi ini shohibul qurban juga tidak terlilit hutang, sehingga ibadah dapat dilakukan dengan perasaan tenang dan juga tanpa paksaan.

  1. Merdeka

Syarat yang kelima untuk menjadi seorang shohibul qurban adalah sosok seseorang yang merdeka. Dalam artian shohibul qurban bukanlah budak maupun hamba sahaya. Perlu dipahami bahwa seorang budak ataupun hamba sahaya tidak memiliki kewajiban untuk berqurban.

Manfaat berqurban Idul Adha Sebagai Amal Kebaikan

Salah satu manfaat yang dapat diperoleh melalui ibadah Qurban adalah sebagai amal kebaikan. Niatkan untuk beribadah ketika hendak berqurban. Lakukan dengan hati yang benar benar ikhlas dan sungguh-sungguh. 

Allah menjanjikan pahala yang berlipat-lipat bagi setiap muslim yang menggunakan sebagian hartanya untuk berqurban. Seperti pada HR Ahmad dan Ibnu Majah dikatakan,

“Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan.”

Tak hanya itu saja, dalam HR Ibnu Majah juga dijelaskan bahwa hewan qurban akan menjadi saksi di hari perhitungan amal.

“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah. Sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulunya. Sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.”

Leave a Comment