Pola Hidup Bersih Sesuai Dengan Ketentuan Syariat Islam

Pola Hidup Bersih Sesuai Dengan Ketentuan Syariat islam. di dalam islam kebersihan merupakan ajaran yang selalu dianjurkan kepada umatnya bukan hanya kebersihan jasmaninya juga tetapi rohani .  yang selalu dilakukan seorang muslim sebelum melakukan ibadah seorang muslim akan  selalu bersuci terlebih dahulu. Karena untuk melakukan ibadah seorang muslim supaya ibadahnya sah makan perlu melakukan bersuci  dari hadas dan najis.

Setiap orang muslim tentunya sangat diperlukan mengetahui cara-cara bersuci. Sebelum umat muslim melakukan ibadah shalat mereka akan berwudhu yang artinya menghilangkan hadas  dan najis.

Kebersihan (thaharah) merupakan suatu hal yang sangat penting  di dalam kehidupan kita baik dari kebersihan dari najis maupun dari hadas. Terdapat hikmah yang begitu luar biasa  dalam masalah kebersihan (thaharah)

  1.       Seseorang yang selalu hidup bersih akan terhindar dari sumber penyakit yang berasal dari kuman dan kotoran yang melekat di tubuh
  2.       Sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. wajah orang yang selalu menjaga wudhu akan bersinar pada saat dibangkitkan dari kubur.   
  3.       Menjaga kebersihan dari hadas dan najis merupakan salah satu bentuk beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah Shallallahu alaihi wasallam.
  4.       Kebersihan merupakan cerminan dari keimanan seseorang.
  5.       Kebersihan adalah kunci awal kesehatan
  6.       Hidup dapat dijalani dengan nyaman, tampak cerah, juga enak dipandang. Allah Swt. juga mencintai kesucian dan kebersihan.
  7.       Seseorang yang selalu menjaga kebersihan baik dirinya, rumahnya, maupun lingkungannya, ia telah menunjukkan cara hidup yang sehat dan disiplin.

HADAS

Hadas diartikan sebagai sesuatu yang menghalangi atau mencegah sahnya shalat. Ulama membagi Hadas menjadi dua macam, yaitu hadas kecil dan besar.Hadas kecil muncul apabila seseorang melakukan salah satu atau beberapa hal yaitu:

  •         keluar sesuatu dari qubul
  •         (kemaluan) dan dubur,
  •         hilang akal (contohnya
  •         tidur),
  •         bersentuhan kulit antara
  •         laki-laki dan perempuan
  •         yang bukan mahram, dan
  •         menyentuh qubul (kemaluan) dan dubur (anus) dengan telapak
  •         tangan.

Hadas ini dapat dihilangkan dengan berwudhu atau tayamum apabila tidak ada air.

HADAS BESAR

Seseorang berhadas besar apabila mengalami atau melakukan salah satu dari beberapa hal berikut yaitu:

  •         melakukan hubungan seksual;
  •         keluar sperma (mani);
  •         menstruasi (haid);
  •         melahirkan,
  •         nifas (keluar darah setelah melahirkan); dan
  •         meninggal dunia.

Mandi wajib adalah cara mensucikannya. Mandi wajib dilakukan dengan membasahi seluruh tubuh dengan air. Apabila tidak ada air atau karena sebab lain, bisa dilakukan dengan tayamum.

HIDUP BERSIH DENGAN SUNNAH FITRAH

Sunnah Fitrah adalah suatu tradisi yang apabila dilakukan akan menjadikan pelakunya sesuai dengan tabiat yang telah Allah tetapkan bagi para hambanya, yang telah dihimpun bagi mereka, Allah menimbulkan rasa cinta (mahabbah) terhadap hal-hal tadi di antara mereka,  dan jika hal-hal tersebut dipenuhi akan menjadikan mereka memiliki sifat yang sempurna dan penampilan yang bagus.

Hal ini merupakan sunnah para Nabi terdahulu dan telah disepakati oleh syari’at-syari’at terdahulu. Maka seakan-akan hal ini menjadi perkara yang jibiliyyah (manusiawi) yang telah menjadi tabi’at bagi mereka. (Lihat Shahiih Fiqhis Sunnah, I/97)

Dalil melakukan Sunnah Fitrah salah satunya  Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada lima macam fitrah , yaitu : khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)

Perlu dipahami kalau dalam pengertian sunnah fitrah disini bukan berarti  perkara tersebut sunnah(sekedar dianjurkan.) Tetapi tidak selamanya demikian.

Leave a Comment