Sejarah Dan Asal Usul Qurban Mengambil Kisah Nabi

Sejarah dan asal usul Qurban mengambil kisah nabi Ibrahim. Dimana kisah nabi Ibrahim inilah ynag menjadikan disyariatkannya ibadah qurban. Kisah nabi Ibrahim telah dijelaskan di dalam al Quran  yang artinya:

“ Dan Ibrahim berkata: “ Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang nak) yang termasuk orang – orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang nk yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahimberkata: “ Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihnu , Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “ Wahai ayahku, kerjakan lah apa yang di perintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang  yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri  dan Ibrahim membaringkan anaknya diatas pelipisnya, (nyata lah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: Hai Ibrahim , sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orangyang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar, kami abadikan untuk Ibrahimitu. ( pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian (yaitu) “ Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikian Kami memberi balasan kepada orang- orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba kami yang beriman .”  ( QS Ash-Shaffaat:99-111) .

Faedah dari kisah nabi Ibrahim yang dijelaskan diatas  adalah

  1.       Orang  yang beriman merti diuji keimanannya.

Ibnu Taimiyah mengatakan , “ Maksud dari perintah menyembelih di sini adalah Allah memerintah kan kekasihnya (Khalilullah) untuk menyembelih putranya dimana perintah ini amatlah berat. Itulah ujian bagi Ibrahim untuk membuktikan kalau ia murni mencintai Allah dan menjadikan ia Khalilullah atau kekasih Allah seutuhnya. Itulah tanda kecintaan yang sempurna pada Allah.” ( Ar-Radd ‘ ala Al-Mantiqin,hlm, 517-518)

  1.       Wajibny taat dan berbakti pada orang tua selama dalam kebaikan.
  2.       Mimpi Para Nabi itu merupakan Wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ ala
  3.       Disyariatkannya ibadah qurban.
  4.       Seseorang yang dalam puncak kesulitan akan dibukakan jalan keluar.

Leave a Comment