Usai Idul Fitri Amalkan Puasa Syawal , Ini Keutamaannya!

Usai Idul Fitri Amalkan Puasa Syawal , Ini Keutamaannya!  Setelah umat muslim menjalankan ibadah wajib puasa di bulan Ramadhan , maka hari kemenangan pun telah tiba yaitu hari raya idul fitri.

Idul Fitri adalah hari yang paling berbahagia bagi setiap muslim . begitulah  yang namanya hari raya. Tetapi di akhir Ramadhan atau hari idul Fitri terdapat dua kewajiban yang harus kalian ingat , yaitu zakat fitrah dan shalat ‘ied.

Di bulan syawal  terdapat amalan puasa yaitu puasa syawal selama 6 hari berturut –turut.  Sebagai seorang muslim  di bulan syawal ini setidaknya berusaha dalam menjalankan amalan yang satu ini yaitu puasa enam hari di bulan syawal.  Puasa syawal ini memiliki keutamaan yang begitu  sangat istimewa.  Hal ini bisa kita lihat dari Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  dari Abu Ayyub Al Anshoriy, Beliau rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda,

Artinya:  “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

Hadits diatas merupakan dalil yang tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal dan pendapat inilah yang dipilih oleh Madzhab Syafií , Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56)

Cara menjalankan puasa Syawal ini , An Nawawi di dalam Syarh Muslim , 8/56 mengatakan , “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fitri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.”

Ibnu Rajab Rahimahullah  menyebutkan beberapa faedah puasa syawal sebagai berikut:

  1.   Menunaikan puasa enam hari pada bulan syawal setelah ibadah puasa Ramadhan bisa menyempurnakan ganjaran puasa setahun penuh.
  2.   Puasa Syawal dan Puasa Sya’ban sama seperti shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Amalan Sunnah yang seperti ini akan bisa menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada pada amalan wajib.  Bagi setiap orang  tentunya akan memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Dan amalan sunnah yang seperti inilah yang nantinya akan menyempurnakannya.
  3.   Membiasakan menunaikan ibadah puasa setelah bulan puasa ramadhan merupakan tanda diterimanya amalan puasa ramadhan.  Sebab Allah Ta’ala kalau menerima amalan hambanya, dia akan memberikan taufik pada amalan shalih selanjutnya. Seperti yang dikatakan pada sebagian salaf ,  “ Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”
  4.       Karena Allah telah memberi taufik dan menolong kita untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta berjanji mengampuni dosa kita yang telah lalu,  maka hendaklah kita mensyukuri hal ini dengan melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Sebagaimana para salaf dahulu, setelah malam harinya melaksanakan shalat malam, di siang harinya mereka berpuasa sebagai rasa syukur pada Allah atas taufik yang diberikan. (Disarikan dari Lathoif Al Ma’arif, 244, Asy Syamilah)

Beruntunglah kalau kita bisa menjalankan ibadah sunnah puasa syawal selama enam hari. Yang dimana keutamaan nya sungguh luar biasa, mari kita melaksanakan puasa tersebut hanya demi mengharapkan rahmat dan ampunan Allah Subhanahu wata’ala.

Leave a Comment